Minggu, 10 Agustus 2008

Setiap rasa yang kubaca hanya tanya, semakin jauh ku meraba selalu saja ku bertemu hampa. Sejauh apapun ku melaju, kudapati hanya jalan buntu. Dalam jalan lorong ku merindu, cahaya yang dapat membantu.

Merayu dan mencumbu maut, seakan ku takpernah merasa takut hingga ku terlelap dan terlutut. Semua yang kurasa telah terpaut.

Dalam keramaian ku merasa selalu sendiri seperti menanti waktu yang tak pasti. Tertunduk terdiam dan terasa mati. Ku hadapkan diriku tuk hadapi hari.

Setiap ku melihat mata-mata yang memperhati, selalu terdengar seperti memaki dan membuatku ingin mencaci serta berkata-kata dengki dan membuatnya mati.

Terbayang selalu kenangan ah....

Yang membuatku marah seakan tak terarah dan membuatku gerah. Sakit hati ini telah terasa parah dan payah...

Terkadang rasa itu membuatku tuk dapat tegar, tapi sakit itu seakan mengakar. Dan rasa ini membuatku gusar sehingga ku berubah menjadi kasar. Jangan kau coba tanyakan setiap rasa sakit yang kau rasakan.

Karena rasa itu...sakit itu...terkadang membuatku malu...

"Ku temukan cahaya dalam gelap di jiwaku yang gulita." (Hartoyo Sutrisno)

Tidak ada komentar: